Pustaka Nutrisi
Lemak jenuh
Lemak jenuh adalah sejenis lemak yang terdapat dalam banyak makanan.
Apa itu
Lemak jenuh adalah sejenis lemak yang terdapat dalam makanan. Lemak ini berasal dari makanan hewani seperti daging dan susu. Lemak ini juga berasal dari beberapa makanan nabati seperti kelapa. Lemak jenuh merupakan bagian dari lemak dalam makanan.
Apa fungsinya
Tubuh dapat menggunakan lemak jenuh untuk energi, dan tubuh membuat sendiri lemak jenuh yang dibutuhkannya. WHO menyatakan bahwa orang sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 10 persen energi harian mereka sebagai lemak jenuh. WHO menyarankan menggantinya dengan lemak tak jenuh, atau dengan karbohidrat kaya serat.
Berapa banyak yang dibutuhkan orang
- Nilai Harian FDA untuk lemak jenuh: 20 g. Ini adalah jumlah acuan yang digunakan pada label Fakta Nutrisi, bukan target pribadi. Sumber: US FDA.
- WHO: tidak lebih dari 10 persen asupan energi total sebaiknya berasal dari lemak jenuh. Sumber: WHO.
Mitos umum
- Mitos: Hanya makanan hewani yang mengandung lemak jenuh sama sekali. Fakta: Beberapa makanan nabati, seperti kelapa dan minyak sawit, juga mengandung lemak jenuh.
- Mitos: Lemak jenuh adalah nutrisi yang harus didapat dari makanan. Fakta: Tubuh membuat lemak jenuh yang dibutuhkannya, sehingga tidak perlu makan tambahan.
Sumber dan latar belakang
Bagian tentang apa itu, apa fungsinya, dan mitos adalah latar belakang umum dari NIH MedlinePlus: Dietary Fats, diperiksa pada 29 Oktober 2026. Angka asupan di atas memiliki sumbernya masing-masing.
Makanan dengan lemak jenuh paling banyak (per 100 g)
- Coconut Oil 82.5 g
- Butter 51.4 g
- Heavy Cream 23 g
- Cream 20.5 g
- Cream Cheese 19.7 g
- Avocado Oil 11.6 g
- Margarine 11.1 g
- Cashew Butter 10.6 g
Dihitung dari nilai USDA FoodData Central di halaman makanan kami.
Hanya informasi edukasi, bukan nasihat medis atau diet. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi untuk panduan gizi pribadi.